Problematika Remaja Sebagai Penerus Bangsa

Pada zaman modern ini, kemajuan yang terjadi di berbagai bidang kehidupan. Kemajuan tersebut memicu perubahan social dan berdampak positif bagi kehidupan manusia. Kemajuan dan perubahan sosial merupakan keniscayaan yang terjadi pada suatu masyarakat yang dinamis. Namun di sisi lain kemajuan dan perubahan itu juga memiliki dampak negatif. Dampak negatif yang merebak dan menyerang berbagai kalangan bahkan anak-anak maupun remaja.

Berfokus Pada masa remaja yang rentan karena mereka dalam proses pertumbuhan mencapai kematangan. Sehingga berpengaruh kepada perkembangan psikisnya seperti perkembangan berpikir, berbahasa, dan bersosialisasi dalam masyarakat. Sehingga, mengakibatkan remaja cenderung melakukan kenakalan di lingkungannya. Hal ini sering terjadi khususnya di kota-kota besar yang kehidupannya diwarnai dengan adanya persaingan dalam memenuhi gaya hidup, budaya latah, ingin diakui, crazy rich, flexing dan masih banyak lagi.

Terkait dampak negatif  kemajuan zaman, perubahan sosial terhadap remaja akhir akhir ini sering muncul berbagai problem bukan hanya masalah perundungan di kalangan remaja, membolos sekolah, balapan liar, dan melawan guru bahkan merambah pada aktifitas kriminal dengan yang mudahnya menghilangkan nyawa seseorang. Sangat riskan jika melihat perilaku remaja masa kini.

Berdasarkan hasil Survey Demografi Kesehatan Indonesia, menunjukkan jumlah remaja di Indonesia mencapai 30% dari jumlah penduduk. Jadi sekitar 1,2 juta jiwa adalah usia remaja. Namun kondisi remaja tersebut digambarkan sebagai berikut: Pernikahan usia remaja, Seks pra nikah dan kehamilan tidak diinginkan, Aborsi 2,4 juta : 700-800 adalah remaja, MMR 343/100.000 (17.000/th, 1417/bln, 47/hr perempuan meninggal) karena komplikasi kehamilan dan persalinan, HIV/AIDS: 1283 kasus, diperkirakan 52.000 terinfeksi (fenomena gunung es), 70% adalah remaja.

Sedangkan miras dan narkoba, berdasarkan data dari Badan Narkotika Negara (BNN), justru 50%-60% penggunanya adalah remaja. 48% dari jumlah tersebut merupakan pecandu dan sisanya hanya mencoba penggunaan narkoba.

Melihat jumlah usia remaja di Indonesia yang tidak sedikit, sesungguhnya berpotensi positif jika para remaja dirangkul dan dibina. Sangat disayangkan, sistem kehidupan modern yang asing terhadap syari’at Islam telah merenggut masa muda mereka yang berorientasi seputar hedonism dunia, melalui hari hari mereka hanya untuk memuaskan nafsu semata. Sadar ataupun tidak, para remaja telah kehilangan jati diri mereka sebagai pemuda.

Masa muda adalah fase terpenting dalam kehidupan manusia, karena puncak kekuatan jasmani dan rohani manusia ada di fase ini. Keunggulan dan kelebihan pada usia muda seperti semangat masih membara, tenaga masih kuat, pikiran masih fresh dan tekad yang kuat, akan diminta pertanggung jawabannya secara khusus. Bisa dikatakan, masa muda adalah penentu nasib untuk sejarah kehidupan seorang manusia. Jika ia gunakan dengan baik, maka hidupnya akan baik, sukses, dan bahagia. Namun, jika dia sia-siakan, hidupnya akan mendapatkan kegagalan dan kesedihan. Perhatikan hadits berikut, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ تَزُولُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ: عَنْ عُمُرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ، وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ، وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ

Artinya: “Tidak akan bergeser kaki manusia di hari kiamat dari sisi Rabbnya sehingga ditanya tentang lima hal: tentang umurnya dalam apa ia gunakan, tentang masa mudanya dalam apa ia habiskan, tentang hartanya darimana ia peroleh dan dalam apa ia belanjakan, dan tentang apa yang ia amalkan dari yang ia ketahui (ilmu).” (HR. At-Tirmidzi, Lihat Ash-Shahihah no. 946).

Usia akan ditanya dan diminta pertanggung jawaban untuk apa dihabiskan. Masa muda termasuk dalam usia, akan tetapi selanjutnya dalam hadis tersebut, masa muda kembali ditanyakan dan diminta pertanggung jawaban secara khusus. Oleh karena itu masa muda ini perlu benar-benar diperhatikan, terlebih pemuda adalah generasi penerus.

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullahu berkata, “Para pemuda pada setiap umat manapun, mereka adalah tulang punggung yang membentuk unsur pergerakan dan dinamisasi. Pemuda mempunyai kekuatan yang produktif, kontribusi yang terus menerus. Tidak akan bangkit suatu umat umumnya kecuali ada di pundak (ada kepedulian dan sumbangsih), para pemuda yang punya kepedulian dan semangat menggelora.” (Majmu’ Fatawa Bin Baz 27/274, Syamilah).

“Musuh-musuh Islam telah mengetahui fakta ini. Mereka pun berusaha merintangi jalan para pemuda muslim, mengubah pandangan hidup mereka, baik dengan memisahkan mereka dari agama, menciptakan jurang antara mereka dengan ulama dan norma-norma yang baik di masyarakat. Mereka memberikan label yang buruk terhadap para ulama sehingga para pemuda menjauh, menggambarkan mereka dengan sifat dan karakter yang buruk, menjatuhkan reputasi para ulama yang dicintai masyarakat, atau memprovokasi penguasa untuk berseberangan dengan mereka.” (Fatwa Syaikh Ibnu Baaz, 2/365).

Pemuda memiliki posisi strategis, mereka adalah harapan bangsa, harapan sebuah Negara. Hendaknya para pemuda mengisi waktu mereka dengan kegiatan positif atau mencari-cari kegiatan positif. Misalnya menghadiri majelis ilmu, menghapalkan Al-Quran dan sunnah, membuat kegiatan sosial dan lain-lainya.

Tidak lupa juga segera mencari teman yang baik, teman bergaul yang baik dalam melaksanakan kegiatan tesebut agar bisa saling menopang dan saling menasehati. Pemuda masih sangat labil serta mudah terpengaruh dan terhasut oleh lingkungan dan pertemanan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Artinya: “Seorang manusia akan mengikuti agama teman dekatnya, maka hendaknya salah seorang darimu melihat siapa yang dijadikan teman dekatnya.”  (HR. Abu Dawud no. 4833, dihasankan oleh syaikh Al-Albani).

Maka dari itu, seorang remaja harus pandai-pandai menggunakan setiap kesempatan untuk melakukan hal-hal yang baik dan bermanfaat.

Penulis: Najariah
(Kordinator Unit Dakwah dan PJ Infokom IPMI Mamuju dan Team IPMI Media)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *