Berbicara tentang istiqamah dan circle, dua kata yang tidak lagi asing di telinga kita saat ini entah dalam media sosial ataupun dalam kehidupan sehari-hari. Lantas apa sih istiqamah dan circle itu? Mengapa saling berkaitan? Nah, pada kesempatan ini kita akan sedikit belajar tentang istiqamah dan kaitanya dengan circle.
Istiqamah adalah istilah bahasa Arab yang secara umum mengandung arti “Berdiri tegak, lurus, atau konsisten.” Sementara itu dalam eksiklopedia Islam, istiqamah diartikan sebagai upaya atau keadaan seseorang yang teguh mengikuti jalan lurus (agama Islam) yang telah ditunjuk oleh Allah Subhanahu wa ta’ala. Sedangkan, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, istiqamah berarti sikap teguh pendirian dan selalu konsekuen.
Arti istiqamah juga datang dari para khulafaur rasyidin yaitu 4 khalifah pertama islam setelah wafatnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam.
a. Abu Bakar as-shiddiq: istiqamah adalah kemurnian tauhid, tidak boleh menyekutukan Allah dengan apa atau siapa pun.
b. Umar bin al-khattab: istiqamah adalah komitmen terhadap perintah dan larangan dan tidak boleh menipu. Bertahan dalam satu perintah atau larangan dan tidak berpaling dari yang lain layaknya seekor musang.
c. Utsman bin affan: istiqamah adalah mengikhlaskan amal kepada Allah. Melakukan sesuatu hakikatnya karena Allah Subhanahu wata’alaa dan beribadah kepada-Nya.
d. Ali bin abi thalib: istiqamah adalah melaksanakan kewajiban-kewajiban.
Apa itu circle?
Dalam bahasa Inggris, arti circle sebagai kata benda adalah lingkaran, sedangkan sebagai kata kerja adalah bergerak mengelilingi seseorang atau sesuatu. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia lingkaran adalah garis melengkung yang kedua ujungnya bertemu pada jarak yang sama dari titik pusat, atau disebut juga dengan bundaran. Adapun dalam bahasa gaul, circle punya arti khusus. Arti circle adalah lingkaran pertemanan terdekat. Bisa juga diartikan kelompok pertemanan, kumpulan pertemanan, atau pergaulan yang terbatas. Disebut terbatas karena lingkaran atau circle pertemanan ini biasanya memiliki kesamaan di antara orang-orang di dalamnya, seperti hobi, kesukaan, atau profesi yang sama.
Lalu apa kaitan istiqamah dan circle?
Sering kita mendapati teman yang dulunya jilbabnya udah syar’i, shalat 5 waktu terjaga, rajin ngaji, paling semangat ikut kajian tiap ada kajian, yang selalu memberi nasihat tentang kehidupan, ehh tau-taunya malah berubah 360 derajat bahkan terlihat seperti orang lain, iya ngga sih? Pas kita tabayyun jawabanya malah seperti ini “nggak punya circle jadinya kek lonely gimana gitu, ngga tren”, jadilah kita bertanya-tanya dengan diri sendiri “jika itu yang dimaksud circle lalu lingkaran pertemanan kita yang dulu kau sebut apa?” iya nggak sih? Padahal kalau dipikir-pikir circle pertemanan yang dulu jauh lebih baik ketimbang circle pertemanan yang dia pilih.
Punya circle pertemanan nyatanya memiliki banyak manfaat, namun sayangnya tidak semua circle pertemanan itu baik, betul apa betul? Ada circle yang justru berdampak buruk atau toxic, isinya hanya orang-orang yang ghibahin orang mulu, teman yang awalnya hijrah dan berniat istiqamah pun nggak jadi istiqamah karena di ghibahin, dikatain, dijadiin bahan candaan.” Ehh, jilbab kamu kok lebar banget kek ibu-ibu tau” yang dikatain ambil hati jadilah jilbabnya di kecilin seperti semula.”ehh, kamu kok shalatnya rajin banget, puasa rajin banget, nggak gerah apa make jilbab mulu, pasti surga udah kamu lewatin tuh.” yang dikatain ambil hati lagi jadilah semuanya kembali seperti semula, niat yang awalnya mau istiqamah pun akhirnya hanya digadaikan dalam angan-angan istilahnya digantung kek jemuran. Niatnya mau punya circle biar nggak lonely gimana malah dapat circle yang membuat niat istiqamahnya tergadaikan, hijrahnya jadi sia-sia.
Ada juga circle yang di dalamya dipenuhi orang-orang yang mau saling mendengarkan, baik dalam keadaan senang maupun susah, saling mendukung, saling menasihati. Mereka menghargai dan membiarkan orang lain berekspresi tanpa menghakimi atau mencela. Mereka bersedia membantu, bukan hanya mengambil keuntungan dari orang lain. Untuk itu, kita harus selektif dalam memilih lingkaran pertemanan. Pertahankan teman yang membuat kita tetap berada di jalan-Nya, yang selalu membuat kita sportif dan bahagia. Tinggalkan pertemanan yang toxic, jangan merasa bersalah karena menjauhi orang yang berdampak buruk untuk diri kita.
Berikut Keutamaan Istiqamah:
• QS.Fushilat:30
“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Rabb kami ialah Allah” kemudian mereka istiqamah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan):”janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu”. (QS.Fusilat.30)
• Dari Abu’Amr atau Abu’amrah sufyan bin Abdillah, beliau bekata: “Wahai Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, ajarkanlah kepadaku dalam (agama) Islam ini ucapan (yang mencakup semua perkara islam sehingga) aku tidak (perlu lagi) bertanya tentang hal itu kepada orang lain setelahmu [dalam hadits abu usamah dikatakan “selain engkau”]. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “katakanlah”: ”Aku beriman kepada Allah”, kemudian beristiqamah dalam ucapan itu””.
Kiat agar bisa tetap istiqamah.
• Niat ikhlas
“Sesungguhnya setiap amal pebuatan tergantung niatnya.Dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan.Maka barangsiapa hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Dan barang siapa hijrahnya karena dunia yang ingin ia dapatkan atau mendapatkan wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya kepada apa yang ia inginkan” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam ahli hadits)
• Mencari lingkungan teman yang shalih
“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar (jujur)” (QS.At-taubah:119).
Dalam sebuah hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shaleh dan orang buruk, bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu, engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak sedap.” (HR. Imam Bukhari)
Surah dan hadits di atas mengingatkan kita untuk tetap berhati-hati dalam berteman, apalagi circle pertemanan yah, tidak ada salahnya berteman dengan beragam orang asal tetap hati-hati.
• Menuntut ilmu Agama
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS.Al Mujadalah:11)
Di akhirat kelak, Allah akan meninggikan derajat orang yang berilmu beberapa derajat berbanding dengan amal dan dakwah yang mereka lakukan. Jadi teman-teman jangan merasa rugi ketika ada teman yang mengajak kita menuntut ilmu agama.
• Mengamalkan ilmu (beramal) meski sedikit.
“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.” (HR.Muslim)
So, kita tidak perlu berkecil hati ketika amalan kita dilakukan hanya sedikit, sedekah kita yang hanya seribu rupiah setiap hari berbeda dengan yang sedekahnya seratus ribu tapi sekali-sekali, karena amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang rutin dilakukan meskipun sedikit.
• Berdoa agar istiqamah.
“Wahai tuhan kami, janganlah engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kami rahmat dari sisi engkau; karena sesungguhnya engkau-lah Dzat yang maha pemberi (karunia).”(QS. Ali imran: 8)
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku diatas agama-Mu”
• Menolong Agama Allah
“Wahai orang-orang yang beriman jika kalian menolong agama Allah maka ia akan menolong kalian dan meneguhkan kedudukan kalian.” (QS. Muhammad: 7)
Nah, teman-teman dilihat dari poin agar kita istiqamah tidak ada yang rumit untuk dilakukan bukan? So, istiqamahnya jangan digadaikan lagi yah, kalian nggak mau kan hijrah kalian selama ini hanya sia-sia, padahal kalian sudah bersusah payah loh untuk berada diposisi ini. Tetap selektif dalam memilih circle, tidak ada salahnya berteman dengan banyak orang karena kita adalah makhluk sosial tapi, ada tapinya nih jangan sampai kita malah semakin jauh dari jalan-Nya. Tetaplah memperbaiki diri hingga menjadi versi terbaik dirimu, keep istiqamah.
Penulis: Rifqatussa Diyah Kasim
Editor: Mildha











Satu Komentar
InsyaAllah bermanfaat, terimakasih