IPMIMEDIA.OR.ID, MAKASSAR– Gerak serentak ribuan pelajar muslimah di berbagai daerah, terhitung sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026. Dari timur Indonesia hingga barat, semangat menyambut bulan suci menyatu dalam satu agenda besar: Kemah Ramadhan Tahun 2026 yang digelar oleh Ikatan Pelajar Muslimah Indonesia (IPMI).
Tahun ini, kegiatan berlangsung di 87 titik yang tersebar di berbagai daerah. Mengusung tema “Ramadhan: A Journey With Qur’an”, IPMI mengajak pelajar tidak sekadar menunggu datangnya bulan suci, tetapi benar-benar mempersiapkan diri menyambutnya.
Di Sulawesi Selatan, antusiasme tampak di Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, Maros, Pangkep, Barru, Bone, Bulukumba, Sinjai, Luwu Utara, Luwu Timur, Luwu, Soppeng, Sidrap, Pinrang, Pare-Pare, Enrekang, Wajo, hingga Palopo dan Selayar. Wilayah ini menjadi salah satu basis terbesar pelaksanaan dengan sebaran yang hampir merata di berbagai kabupaten dan kota.
Semangat serupa juga terlihat di Sulawesi Tenggara seperti Kendari, Muna, Bau-Bau, Konawe, Buton Tengah, hingga Bombana, serta di Sulawesi Tengah mulai dari Palu, Sigi, Buol, hingga Poso dan Tolitoli.
Di wilayah barat Indonesia, kegiatan terlaksana di Jawa Barat (Bogor dan Kabupaten Bandung), Daerah Istimewa Yogyakarta (Gunung Kidul), hingga Aceh (Banda Aceh).
Sementara itu, wilayah kepulauan dan perbatasan juga tak luput dari semangat pembinaan. Di Maluku Utara seperti Ternate dan Halmahera Selatan, hingga Maluku (Ambon), kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Di Kalimantan, pelaksanaan hadir di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Barat. Bahkan di Bali, muslimah sekolah turut ambil bagian dalam momentum persiapan Ramadhan ini.
Tidak hanya menghadirkan materi fiqih puasa dan penguatan ruhiyah, Kemah Ramadhan juga dikemas dengan pendekatan yang interaktif. Peserta mengikuti sesi materi “Ramadhan On The Track” yang membahas bagaimana menjadikan bulan suci sebagai titik balik perbaikan diri. Games edukatif “Ramadhan’s Champion” turut menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan, memperkenalkan amalan-amalan Ramadhan secara aplikatif.
Ketua Umum IPMI Pusat, Rahmi, S.Farm., Apt., menegaskan bahwa Kemah Ramadhan bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bagian dari gerakan pembinaan nasional. Dengan 90 titik pelaksanaan dan target sekitar 6.000-an peserta, IPMI menunjukkan bahwa pembinaan pelajar muslimah terus bertumbuh dan menjangkau lebih luas.
Di tengah arus distraksi generasi muda, Kemah Ramadhan 1447 H menjadi penanda bahwa masih banyak pelajar muslimah yang memilih menyiapkan diri dengan ilmu dan Al-Qur’an. Ramadhan bukan sekadar bulan yang datang dan pergi, tetapi momentum yang dipersiapkan dengan ikhtiar untuk meningkatkan ketakwaan.









